Breaking

Friday, October 19, 2018

Drag Jalanan Indonesia Pakai Sendal Jepit Media Inggris Pun Menyoroti

Ocean News, Jakarta Media otomotif Inggris, Visordown menulis tentang pembalap drag Indonesia yang masih minim dengan peralatan keamanan.
Dalam tulisan yang diunggah pada Selasa 16 Oktober tersebut, menceritakan salah satu pembalap drag Indonesia, Eza Wira Atmaja. Eza dalam tulisan Visordwon menyebut remaja itu seperti kebanyakan anak seusianya.
Hanya bekas luka di wajah dan lengannya yang mengisyaratkan kegiatan kesehariannya, Eza yang membangun motor dan balap drag.
Media Eropa itu menyebut, balapan yang dijalani Eza tidak seperti balapan untuk anak seperti motorcross atau supermoto yang dilaksanakan di Eropa bagi anak yang ingin membalap. Namun, Eza menjalani balap di jalanan umum dengan hanya menggunakan sandal jepit, celana pendek dan kaos.
Motor yang digunakan adalah skuter dengan ban kurus atau ban cacing. Dalam lomba tersebut, dalam wawancara di video menyebut balapan itu mencapai kecapatan hingga nyaris menyentuh kecepatan 160 kilometer per jam.
Keamanan tidak hanya ditunjukan untuk pembalap namun juga penontonnya yang kebanyakan remaja dan orang dewasa yang menyoraki para pembalap hanya berjarak beberapa sentimeter dari lintasan balap.
Sepeda motor kebanyakan dimodifikasi skuter step-through, dengan motor yang disetel dan ban yang kurus. Perlombaan melihat pengendara mencapai kecepatan yang terlihat menyenggol tanda 100mph (meskipun tidak ada kecepatan yang dikutip oleh pengendara atau pewawancara) sementara anak-anak dan orang dewasa menyemangati mereka, hanya beberapa senti dari sepeda ketika mereka melintas.
Dengan ikut balapan jalanan itu, Eza disebut bisa mendapatkan uang US$ 380 atau Rp 5,7 juta jika dia menang. Media tersebut membandingkan dengan biaya hidup hanya $ 33 atau Rp 500 ribu, sehingga uang itu cukup banyak. (Ady)
Post a Comment