Breaking

Thursday, March 8, 2018

10 Hari Menjelang MotoGP 2018

Jakarta, Ocean News - MotoGP 2018 akan dimulai di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, sepuluh hari lagi atau 18 Maret mendatang. Setelah menjalani tiga tes pramusim sepanjang 2018, sejumlah gambaran kemampuan tim-tim jelang MotoGP 2018 pun mulai terlihat.
Secara keseluruhan tidak ada pebalap yang mendominasi jalannya tes pramusim MotoGP 2018. Di Sirkuit Sepang, pebalap Ducati Jorge Lorenzo menjadi yang tercepat. Selanjutnya di Sirkuit Buriram giliran Dani Pedrosa [Repsol Honda] menjadi yang tercepat.
Sementara di tes Sirkuit Losail, pekan lalu, giliran pebalap Tech3 Yamaha Johann Zarco yang mendominasi. Hasil di tiga tes pramusim membuat MotoGP 2018 akan sulit diprediksi. Berbeda dengan musim lalu ketika Maverick Vinales mendominasi tes pramusim MotoGP 2017.
Keberhasilan pebalap Suzuki Andrea Iannone menjadi yang tercepat pada hari kedua tes di Sirkuit Losail merupakan kabar gembira bagi pecinta MotoGP. Pasalnya, dengan begitu MotoGP 2018 bisa memberi kejutan musim ini.

Iannone yang terpuruk di Sepang dan Buriram, bisa menjadi yang tercepat di Losail. Valentino Rossi yang juga mengalami kesulitan di Sepang dan Buriram, mampu meningkatkan kemampuan pada hari terakhir tes Losail dengan berada di belakang Johann Zarco.

Musim yang ketat bisa terjadi di MotoGP 2018 jika berkaca dari hasil tes pramusim. MotoGP 2018 berpeluang memunculkan banyak pebalap pemenang seperti pada musim 2016 ketika ada sembilan pemenang berbeda.



Sukses Lorenzo menjadi yang tercepat di Sepang membuat persaingan di Ducati akan menarik. Musim lalu Lorenzo berada di bawah bayang-bayang Andrea Dovizioso yang menjadi runner-up MotoGP 2017.
Lorenzo bukan satu-satunya pebalap yang membuat kejutan di tes pramusim. Pebalap Pramac Ducati Jack Miller bisa menjadi kuda hitam musim ini. Sepeda motor Ducati sepertinya cocok dengan Miller, yang sebelumnya mengunakan Honda di Marc VdS sejak 2015.


Kecuali pada hari pertama tes di Qatar, ketika Miller berada di posisi 12, pebalap asal Australia itu selalu masuk posisi sepuluh besar. Posisi terbaik Miller adalah menjadi tercepat ketiga pada tes hari kedua di Sirkuit Buriram.

Yamaha Masih Bingung

Pekerjaan rumah menumpuk dihadapkan Movistar Yamaha jelang musim baru meski Vinales sempat dua kali menjadi yang tercepat pada tes Sepang dan Losail. Bukan jawaban yang ditemukan Yamaha sepanjang tes pramusim. Tim asal Jepang itu justru dihadapkan pada sejumlah pertanyaan baru.
Tim mekanik Yamaha tidak mendapatkan respons yang sama dari kedua pebalapnya: Vinales dan Rossi. Vinales menganggap M1 2018 bermasalah dengan sasis, yang merupakan pengembangan dari sasis musim 2016. Sedangkan Rossi tidak mempermasalahkan sasis baru, tapi lebih mengkritisi perangkat elektronik.

Waktu sepuluh hari sebelum balapan pertama musim ini harus benar-benar dimaksimalkan Yamaha untuk memuaskan Vinales dan Rossi. Jika tidak, maka kedua pebalap Movistar Yamaha bisa dipermalukan Johann Zarco yang mendominasi jalannya tes di Losail.
Terakhir, Marc Marquez tetap menjadi favorit untuk mempertahankan gelar. Marquez memang hanya satu kali menjadi tercepat di tes pramusim, yakni pada hari kedua tes Buriram. Tapi, hal itu lebih dikarenakan pebalap asal Spanyol itu mencoba beberapa hal baru dengan RC213V 2018.
Marquez dikabarkan sudah menemukan setelan terbaiknya untuk menjalani MotoGP 2018. Pebalap 25 tahun sangat puas dengan RC213V 2018. Marquez hanya berusaha mendapatkan setelan motor terbaik yang membuatnya semakin cepat di trek-trek yang biasanya Honda lemah.


Sumber : CNN Indonesia 
Post a Comment