Breaking

Sunday, February 11, 2018

Sering Ganti Jenis Bahan Bakar Bikin Mesin Cepat Rusak, Mitos atau Fakta?

Ocean News - Enggak usah mengelak, beberapa bikers sampai sekarang masih sering ganti jenis bahan bakar.
Malah, ada yang pakai bensin beroktan tinggi yang dicampur dengan bensin beroktan lebih rendah.
Banyak info beredar bahwa perilaku seperti itu bisa membuat mesin motor menjadi cepat rusak.
Itu mitos atau fakta? Toh yang sering campur dan ganti jenis bensin motornya masih pada sehat tuh!
Jangan senang dulu bro buat yang motornya masih sehat!
Donald Jhohanson Pakpahan, pemilik bengkel SM Garage di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur mengatakan, sebaiknya hindari gonta-ganti jenis BBM, terutama pada motor besar alias moge.
"Pakailan BBM yang sesuai dengan spesifikasi motor yang dipakai," kata Donald kepada KompasOtomotif melalui pesan singkat belum lama ini.

Menurut dia, hal tersebut bisa membuat adanya perbedaan tekanan ke mesin.
Yup, setiap mesin punya rasio kompresi yang berbeda dan umumnya cocok menggunakan bensin jenis tertentu saja. Kalau salah menggunakan bahan bakar bisa menimbulkan terjadinya "knocking" yang tinggi dan mengakibatkan mesin kurang bekerja dengan maksimal.
"Yang ada nanti bahan bakar menjadi lebih boros lagi. Jadi sebaiknya dihindari saja," ucap Donald.

Sementara itu, Tri Yuswidjajanto sebagai dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pernah mengatakan bahwa gonta-ganti atau melakukan oplos BBM sangat tidak disarankan.

"Tangki yang seharusnya sudah bersih, bisa kotor kembali karena bahan bakar yang tidak beraditif muncul lagi. Efek clean up memang ada, tetapi tidak bisa mengikis semuanya," kata Tri beberapa waktu lalu.
Parahnya, kalau bahan bakar yang digunakan punya oktan terlalu rendah atau terlalu tinggi dari anjuran pabrikan bisa membuat mesin cepat rusak.
Bahkan bisa bikin piston bolong jika terus menerus pakai bahan bakar yang tidak sesuai.
Sumber :Kompas.com
Post a Comment