Breaking

Tuesday, January 16, 2018

Enam Motor Yang Fenomenal di 2017

     Puluhan motor baru meluncur pada 2017. Enam di antaranya cukup fenomenal. Baik itu karena kecanggihan teknologi, keunikan dan juga kemampuannya menyita perhatian khalayak. Motor apa saja yang masuk kategori fenomenal 2017? Simak bahasan berikut:

1. Kawasaki W175
Digoyang di segmen motor trail dan motor sport 250 cc (Ninja 250 kini punya dua rival: Yamaha R25 dan Honda CBR250RR), Kawasaki tidak kehilangan akal. Mereka justru membuat pasar baru untuk kelas retro yang belum dilirik brand Jepang lain, dengan memperkenalkan W175 pada November 2017.

Kawasaki W175

      Selain tidak punya lawan, keistimewaan W175 tampak melalui desain jadul dan harga di kisaran Rp 30 jutaan. Motor ini juga mampu mengembalikan nostalgia berkendara masa lalu, lewat penggunaan karburator, panel instrumen tanpa indikator bahan bakar dan getaran mesin yang khas saat melaju dalam kecepatan tinggi.

2. Yamaha R15 V3

     Meski peluncurannya didahului Suzuki GSX-R150, tapi Yamaha tidak gentar. Pabrikan garputala justru menghadirkan motor sport 150 cc yang fiturnya lebih unggul, melalui R15 yang diluncurkan Januari 2017.
     Penggunaan suspensi depan upside down dan transmisi berbekal assist & slipper clutch, tidak dimiliki kompetitor. Mesin juga yang kapasitasnya paling besar, 155 cc dengan katup variable. Jantung mekanis ini sukses menjadikan performa R15 paling baik di atas kertas, dengan torsi puncak 14,7 Nm pada 8.500 rpm dan tenaga maksimal 19,3 PS pada 10.000 rpm.

R15 V3
 Konsumen juga memberikan respon positif pada R15, distribusinya mencapai 36.054 unit dari Mei - November 2017. Menempel ketat CBR150R yang masih menjadi raja dengan angka distribusi 42.746 di periode sama.

3. Honda Scoopy

     Skutik retro ini tampil beda pada 2017. Bannya mungil tapi lebih tebal, pakai ukuran 100/90-12 di depan dan 110/90 belakang. Desain tubuhnya juga diubah agar semakin modern.
Honda Scoopy juga dapat fitur baru yang lebih banyak dan canggih. Di antaranya: lampu LED, remote pintar dengan answerback system dan alarm, panel instrumen kombinasi terintegrasi eco indicator, serta charger smartphone di konsol depan.

Scoopy

Lantaran berbagai kebaruan itu, Scoopy naik harga jadi Rp 17,8 juta (OTR jakarta). Meski begitu, konsumen sepertinya tidak terlalu mempermasalahkan. Buktinya penjualan Scoopy justru naik, distribusinya bahkan mencapai di atas 60.000 unit perbulan. Angka fenomenal yang tidak pernah diraih pada tahun lalu.

4. Suzuki Nex

Mungkin banyak yang tidak sepaham dengan kami, soal Suzuki Nex masuk jadi tujuh motor feneomenal 2017. Pasalnya skutik ini memang tidak istimewa secara teknologi dan fitur. Penjualannya juga kalah jauh, dibanding kompetitor seperti Honda Beat dan Yamaha Mio.

 
Suzuki Nex

Tapi ada satu keunikan dari Nex yang meluncur di Jakarta Fair Kemayoran lalu. Harganya fenomenal, paling murah dibanding skutik injeksi lain yang dijual di Indonesia. Saat peluncuran, banderolnya mencapai Rp 12,6 juta (OTR Jakarta). Bahkan lebih murah dari skutik India, TVS Dazz anyar yang meluncur di Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2016 seharga Rp 12,8 juta (OTR Jakarta).

5. Honda PCX

Akhirnya Honda menampilkan PCX 150 generasi terbaru ke pasar Indonesia. Dengan diproduksi secara lokal, harganya turun drastis dari Rp 40 jutaan menjadi Rp 27 - 32 jutaan (kisaran harga resmi).
Meski lebih murah, fiturnya ditambah oleh pabrikan berlambang sayap. Panel instrumen kini mengaplikasikan full digital, rem belakang yang tadinya tromol diganti cakram, ada pula pilihan fitur anti-lock braking system (ABS). Tidak ketinggalan, PCX anyar diberikan keyless ignition yang memudahkan pemilik untuk mengaktifkan mesin. Keyless mengganti peran anak kunci konvensional dengan kenop putar dan remote pintar.

PCX 150
     Sampai sekarang memang belum ada bukti pasar menerima kehadiran PCX baru, lantaran skutik ini juga baru didistribusikan pada Februari tahun depan. Walau begitu, Honda sangat optimis dan sudah mematok target penjualan 150 ribu unit pada tahun depan. Target itu berarti naik 30 kali lipat dibandingkan distribusi yang berhasil dicatatkan tahun lalu

6. Honda CRF150L

Sebelumnya, Honda tidak melirik serius kelas motor trail untuk pasar Indonesia. Hingga akhirnya CRF150L lahir pada November 2017, diproduksi lokal dan harganya kompetitif. Fitur-fiturnya pun lebih unggul dari kompetitor : suspensi upside down diameter 37 mm, cakram besar 240 mm di depan dan 190 mm belakang, sistem injeksi dan panel instrumen digital.
Keunggulan itu langsung membuat CRF150L jadi primadona baru di segmen motor trail. Dari sisi penjualan, Kawasaki KLX150 sebagai petahana memang masih di puncak dengan 5.569 unit pada November. Meski demikian, CRF150L mulai mengintai melalui distribusi sebanyak 3.869 unit.

CRF150L
     Perlu diingat, larisnya motor trail Honda ini hanya melalui satu varian saja. Sementara Kawasaki memiliki empat varian dan sudah jadi petahana. Apa jadinya jika Honda memperbanyak varian CRF150L dan semakin banyak yang mengenalnya? Bukan tidak mungkin, KLX150 dipaksa turun dari puncak tahta.
Post a Comment