Breaking

Friday, May 4, 2018

May 04, 2018

Usai Lap 15 MotoGP Spanyol Rossi Resmi 'Keliling Dunia'

Ocean News ,Juara dunia MotoGP tujuh kali, Valentino Rossi, akan menciptakan rekor unik pada balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (6/5).

MotoGP Spanyol akan menjadi balapan ke-369 Rossi di ajang Grand Prix. Pebalap 39 tahun itu bisa menciptakan rekor unik saat tampil di Sirkuit Jerez pada balapan MotoGP Spanyol.


Dikutip dari situs resmi MotoGP, Rossi akan melalui menempuh jarak balapan Grand Prix setara dengan keliling ekuator bumi pada garis khatulistiwa sepanjang 40.075 kilometer.
Rossi akan mencapai jarak 40.075 kilometer sepanjang kariernya di ajang Grand Prix saat menyelesaikan lap ke-15 di MotoGP Spanyol. Total, Rossi akan menyelesaikan lap ke-8.730 setelah lap ke-15 balapan di Sirkuit Jerez.
Rossi harus menjalani 23 musim di ajang Grand Prix untuk bisa mencapai jarak keliling bumi. Sepanjang 23 musim itu The Doctor meraih 115 kemenangan dan 228 posisi podium Grand Prix.
Balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez merupakan salah satu favorit Rossi. Pebalap asal Italia itu mengoleksi tujuh kemenangan di Sirkuit Jerez, dengan yang terakhir diraih pada musim 2016.
Musim lalu Rossi mengalami kesulitan di MotoGP Spanyol setelah sepeda motor M1 yang ditungganginya gagal tampil kompetitif. Memulai balapan dari posisi tujuh, Rossi hanya mampu finis di posisi 10. "Saya senang kembali ke Eropa. Sepeda motor M1 semakin meningkat dan kami tiba di Sirkuit Jerez, trek yang sangat penting untuk mengerti potensi kami. Jerez salah satu sirkuit yang sangat saya suka, saya mendapatkan sejumlah hasil bagus di sana," ujar Rossi dikutip dari situs resmi Movistar Yamaha. Rossi memasuki balapan MotoGP Spanyol dengan berada di posisi tujuh klasemen sementara MotoGP 2018, tertinggal 17 poin dari pebalap Ducati Andrea Dovizioso.

Keseruan balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez akan disiarkan secara Live DiTrans7 pada Minggu (6/5) malam.

Monday, April 30, 2018

April 30, 2018

Jadwal MotoGP Spanyol 2018 : Bukan Rossi, Pebalap Ini yang Bikin Waswas Marc Marquez


Ocean News - Jadwal MotoGP 2018 pekan ini memasuki Race MotoGP Spanyol 2018 dan akan dihelat di Sirkuit Circuito de Jerez, Minggu (6/5/2018).
MotoGP 2018 telah berlangsung tiga seri di mana muncul tiga pebalap berbeda yang mampu menjadi pemenang.
Dovizioso saat ini berada di puncak klasemen MotoGP 2018 dengan raihan 46 poin, unggul 1 poin atas Marquez di peringkat kedua.
Pebalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku tetap berhati-hati menjelang seri-seri MotoGP 2018 yang akan berlangsung di Eropa. Pasalnya, para pebalap MotoGP yang mayoritas berasal dari Benua Biru bisa tampil lebih bagus saat gelaran MotoGP berlangsung di sirkuit-sirkuit Eropa.
Dari 19 seri yang akan berlangsung musim ini, 12 di antaranya digelar di Eropa. Pada 6 Mei 2018, seri Eropa pertama berlangsung di Sirkuit Jerez dalam GP Spanyol.


Karena sebagian besar pebalap MotoGP lebih bisa beradaptasi dengan kondisi sirkuit maupun cuaca Eropa, seri Eropa akan menyuguhkan pertarungan yang lebih kompetitif. Hal ini yang membuat Marc Marquez bertekad ingin tetap tenang demi meraih hasil terbaik.
"Saya merasa sangat yakin tahun ini. Tetapi, balapan di Eropa adalah cerita yang berbeda. Kami harus tetap tenang," kata pemegang enam gelar juara dunia itu.


Selain itu Marc Marquez juga mewaspadai seorang pebalap, bukan Valentino Rossi, melainkan pebalap tim Ducati, Andrea Dovizioso, yang menurutnya bisa tampil konsisten. "Yang paling penting adalah konsistensi. Pebalap paling konsisten adalah AndreaDovizioso, yang saat ini memimpin klasemen sementara," ujar Marquez.
Musim lalu, dari 12 balapan di Eropa, Marc Marquez hanya mampu memenangi empat balapan, yaitu di Jerman, Republik Ceska, San Marino, dan Aragon.
Persaingan Valentino Rossi dan Marc Marquez diprediksi bakal berlangsung seru pada race MotoGP Spanyol, Sirkuit Circuito de Jerez tersebut.

Jadwal MotoGP 2018 (Seri 4 Jerez, Spanyol)
 
Jumat, 04 Mei 2018 
FP1 Moto3 (14:00 WIB)
FP1 MotoGP (14:55 WIB)
FP1 Moto2 (15:55 WIB)
FP2 Moto3 (18:10 WIB)
FP2 MotoGP (19:05 WIB)
FP2  Moto2 (20:05 WIB)

Sabtu, 05 Mei 2018
FP3 Moto3 (14:00 WIB)
FP3 MotoGP (14:55 WIB)
FP3 Moto2 (15:55 WIB)
QP Moto3 (17:35 WIB)
FP4 MotoGP (18:30 WIB
Q1 MotoGP (19:10 WIB)
Q2 MotoGP (19:35 WIB)
QP Moto2 (20:05 WIB)
Pressconf (22:00 WIB) 

Minggu, 06 Mei 2018
WUP Moto3 (13:40 WIB)
WUP Moto2 (14:10 WIB)
WUP MotoGP (14:40 WIB)
RACE Moto3 (16:00 WIB)
RACE Moto2 (17:20 WIB LIVE TRANS7)
RACE MotoGP (19:00 WIB LIVE TRANS7)


1. GP Qatar Losail International Circuit (18/3/2018)
2. GP Argentina Autódromo Termas de Río Hondo (8/4/2018)
3. GP America Circuit of the Americas, Austin (22/4/2018)
4. GP Spanyol Circuito de Jerez, Jerez de la Frontera (06/5/2018)
5. GP Perancis Circuit Bugatti, Le Mans (20/5/2018)
6. GP Italia Mugello Circuit, Scarperia e San Piero (3/6/2018)
7. GP Catalunya Circuit de Barcelona-Catalunya (17/6/2018)
8. GP Belanda TT Circuit Assen, Assen (1/7/2018)
9. GP Jerman Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal (15/7/2018)
10 GP Ceko Automotodrom Brno, Brno (5/8/2018)
11. GP Austria Red Bull Ring, Spielberg (12/8/2018)
12. GP Inggris Silverstone Circuit, Silverstone (26/8/2018)
13. GP San Marino World Circuit Marco Simoncelli (9/9/2018)
14. GP Aragon Motorland Aragón, Alcañiz (23/9/2018)
15. GP Thailand (New) Buriram International Circuit (7/10/2018)
16. GP Jepang Twin Ring Motegi, Motegi (21/10/2018)
17. GP Australia Phillip Island GP Circuit, Phillip Island (28/10/2018)
18. GP Malaysia Sepang International Circuit, Selangor (4/10/2018)
19. GP Valencia Circuit Ricardo Tormo, Valencia (18/11/2018)
Catatan : jadwal sewaktu-waktu bisa berubah
April 30, 2018

Marquez Ladeni 'Perang' Rossi Jelang MotoGP Spanyol 2018

Jakarta, Ocean News - Pebalap Repsol Honda Marc Marquez diklaim mulai mampu mengimbangi perang urat saraf yang dilakukan Valentino Rossi jelang balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (6/5).

Rossi diklaim sejumlah media Spanyol dan Italia akan berusaha menjaga perseteruan dengan Marquez menyusul insiden tabrakan di MotoGP Argentina. Cara itu dianggap Rossi bisa menjegal Marquez dari merebut gelar juara dunia MotoGP 2018.

Untuk menjaga perseteruan dengan Marquez, Rossi berusaha menolak permintaan maaf dan berbicara dengan juara bertahan MotoGP itu. Dengan begitu pihak Rossi berharap konsentrasi Marquez bisa terganggu.
"Strategi yang digunakan Rossi adalah untuk membuat Marquez tidak stabil, baik di dalam dan luar sirkuit. Ini adalah satu-satunya trik yang tersisa," tulis media Spanyol Diario Gol.
Marquez diklaim Diario Gol siap menghadapi perang urat saraf dari Rossi. Juara dunia MotoGP empat kali itu akan berusaha tidak merespons setiap pernyataan miring dari Rossi.

"Marquez menyadari tindakan Rossi dalam kontroversi dan tidak akan meninggalkannya hingga balapan terakhir. Bagi Rossi, semua pebalap boleh meraih kemenangan kecuali Marquez," tulis Diario Gol.
"Dalam keheningan, Marquez tidak akan berperang dengan Rossi. Dia memilih menundukkan kepala, berusaha meminta maaf dan menjabat tangan Rossi. Itu adalah cara dia menambah gelar juara dunia, sesuatu yang Marquez yakini Rossi tidak akan mampu melakukannya. Dia menganggap Rossi sudah terlalu tua," tulis media asal Spanyol tersebut.

Marquez sendiri sukses meraih kemenangan di MotoGP Amerika Serikat, 22 April lalu, meski berada dalam tekanan penalti dan perang urat saraf dari Rossi. Kemenangan itu membuat Marquez kini hanya terpaut satu poin dari Andrea Dovizioso di puncak klasemen sementara MotoGP 2018.

Perseteruan Rossi dengan Marquez akan berlangsung pada balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, 6 Mei mendatang. Balapan MotoGP Spanyol bisa disaksikan secara live DiTrans7.

Wednesday, April 25, 2018

April 25, 2018

Alasan Zarco Tolak Pinangan Honda dan Pilih KTM?

Ocean News, Texas - Pembalap Yamaha Tech 3Johann Zarco, dikabarkan sudah menentukan tim pilihan untuk MotoGP 2019. Dia lebih memilih KTM ketimbang menerima pinangan dari Honda.Zarco tengah diperebutkan dua tim pabrikan tersebut. KTM mencari sosok pebalap yang punya potensi besar untuk membawa mereka bersaing di depan. Sementara Honda membutuhkan pengganti Dani Pedrosa yang diyakini bakal hengkang pada musim depan.
Motorsport menyakini, KTM akan menjadi pilihan Zarco. Bahkan, sang pembalap diberitakan sudah mencapai kesepakatan verbal dengan petinggi KTM, Pit Beirer dan Thomas Uberall.
Zarco kemungkinan menandatangani kontrak selama dua musim, yaitu hingga berakhirnya MotoGP 2020. Dia akan berduet dengan Pol Espargaro. Sementara Bradley Smith kehilangan posisinya.
Sumber Motorsport mengatakan, sosok Marc Marquez menjadi alasan Zarco tak akan menerima tawaran Honda. "Menjadi rekan Marc tak mudah untuk diterima," kata sumber tersebut.
Jika kepindahan Johann Zarco menjadi kenyataan, maka Honda diprediksi akan tetap mempertahankan Pedrosa. Sejauh ini, belum ada pembalap yang potensial seperti Zarco untuk naik kelas ke tim pabrikan.
April 25, 2018

Yamaha : Valentino Rossi Mulai Cemas dengan Kecepatan Motor Honda

Ocean News, Texas - Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mulai cemas dengan kecepatan motor Honda pada balapan MotoGP 2018. The Doctor menyebut motor RC213V tampil garang di semua kondisi. Kekhawatiran Rossi muncul setelah melihat pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mendominasi balapan MotoGP Amerika Serikat, Minggu (22/4/2018). Mengawali balapan dari posisi keempat, Marquez langsung melesat ke depan selepas start.
Hingga akhir balapan, Marquez tak mendapat gangguan dari pembalap lain. Sementara Rossi harus berjibaku melawan Andrea Iannone dan Maverick Vinales dalam perebutan podium dua dan tiga.
"Ini mengkhawatirkan, karena mereka sangat kuat, khususnya motor mereka yang selalu tampil bagus," ujar Rossi.
"Mereka selalu kompetisi hampir di setiap kondisi, jadi ini akan sulit. Namun di Austin kami menempatkan dua motor di posisi empat besar, di trek yang biasanya tak cocok dengan Yamaha," tambahnya.
Menurut Rossi sangat penting untuk melihat bagaimana performa Yamaha pada balapan MotoGP seri Eropa. Pembalap asal Italia itu mengakui Yamaha kesulitan saat balapan di Eropa musim lalu.
"Musim ini saya berharap kami lebih kompetitif di trek yang kami sukai, seperti Jerez dan Catalunya," kata Valentino Rossi.
April 25, 2018

Alasan Rossi Gagal Naik Podium MotoGP AS 2018


Austin - Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, gagal naik podium pada balapan MotoGP AS di Circuit of the Americas, Austin, Senin (23/4/2018) dini hari WIB. The Doctor menyatakan faktor cuaca panas dan ban depan membuatnya sulit bersaing dengan tiga pembalap terdepan. Rossi hanya finis keempat pada balapan MotoGP AS, di belakang Marc Marquez, Maverick Vinales, dan Andrea Iannone. Margin poin Rossi dan Marquez mencapai 9,587 detik. 
Sejak awal Rossi menyadari Marquez dan Vinales selangkah di depan. Namun, dia sempat berpikir mampu menyaingi kecepatan Iannone dalam perebutan podium terakhir.
Namun, cuaca panas di COTA membuat kecepatan Rossi di tikungan berkurang. Dia akhirnya gagal bersaing dengan pembalap Suzuki di depannya, dengan margin lebih daripada tiga detik.  
"Ini akhir pekan yang bagus, karena selalu berada di posisi lima besar. Tapi, saat balapan, saya berharap sedikit lebih kuat untuk berusaha meraih podium. Saya tahu Marquez dan Maverick sedikit lebih kuat. Tapi, saya berharap cukup cepat untuk berebut podium dengan Iannone. Namun, Iannone lebih cepat daripada saya dan saya tak bisa menyalip," kata Rossi setelah balapan, seperti dilansir Crash.  
"Saya berharap bisa melahap lap 2 menit 5,4 detik, karena saat latihan bisa 2 menit 6 detik. Saya tahu dengan kecepatan itu bisa bertarung untuk podium. Tapi, sayangnya saya kesulitan dengan cuaca panas, terutama dengan ban depan. Hari ini di tikungan, saya kehilangan banyak waktu," sambung Rossi. 
Dengan hasil tersebut, Valentino Rossi tercecer di peringkat tujuh klasemen sementara MotoGP 2018, dengan raihan 29 poin. Dia tertinggal 17 poin dari Andrea Dovizioso yang bercokol di puncak. 

Monday, April 23, 2018

April 23, 2018

Prediksi MotoGP Amerika Serikat 2018

Ocean News - MotoGP Amerika Serikat akan digelar di Sirkuit Austin, Minggu (22/4) waktu setempat, akan menjadi seri ketiga di MotoGP 2018. Berikut ini prediksi MotoGP Amerika dari tim olahraga CNNIndonesia.com.

MotoGP Argentina pekan lalu membuat persaingan semakin memanas setelah Marc Marquez menabrak Valentino Rossi hingga terjatuh. Pebalap veteran asal Italia itu bahkan tak mau memaafkan Marquez yang sudah berupaya mendatangi paddock tim Yamaha.

Bukannya kapok, Marquez malah kembali berulah pada sesi kualifikasi MotoGP Amerika. Pebalap asal Spanyol itu mendapat penalti turun tiga grip lantaran dianggap sengaja menutupi jalur Maverick Vinales.
Drama yang terjadi di seri awal MotoGP 2018 jadi bumbu jalannya balapan. Berikut prediksi jalannya balapan MotoGP Amerika dari tim olahraga.

Cuaca saat MotoGP Amerika Serikat nanti memang cukup cerah, tidak diwarnai hujan seperti di MotoGP Argentina. Kendati demikian, saya memprediksi MotoGP Amerika Serikat nanti bisa memunculkan banyak insiden seperti di seri sebelumnya. Hal itu sudah terbukti saat babak kualifikasi sehari sebelum balapan di Sirkuit Austin.

Demi meraih pole di MotoGP Amerika, pebalap Repsol Honda Marc Marquez mengganggu laju pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, yang tengah memacu motornya di putaran sprint. Marquez pun harus disanksi dengan turun tiga grid saat start nanti. Berada di posisi keempat saat start bisa membuat Marquez kian agresif saat balapan demi bisa berada di posisi terdepan.

Terlebih lagi, di belakang Marquez saat start ada Valentino Rossi. Kondisi ini bisa mewarnai balapan seri ketiga MotoGP 2018 ini. Dengan begitu, bukan tidak mungkin insiden atau drama lainnya tercipta di Sirkuit Austin nanti. Yang pasti, Marc Marquez akan menjadi aktor utama atau sorotan di MotoGP Amerika. Mengenai pebalap yang akan naik podium, saya menjagokan Vinales bisa menjadi pemenang di MotoGP Amerika Serikat.MotoGP Amerika Serikat diprediksi akan berlangsung sengit. Terlebih persaingan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi semakin panas usai insiden tabrakan di MotoGP Argentina.

Tak berhenti sampai di Argentina, drama kembali terjadi jelang MotoGP Amerika. Marquez mendapat penalti dan harus memulai lomba dari posisi keempat atau tepat di depan Rossi yang berada di urutan kelima.
Meski Marquez masih jadi favorit juara, namun Rossi yang punya pengalaman panjang di MotoGP akan bertarung habis-habisan. Jika tak ada kendala teknis, pebalap Movistar Yamaha ini saya prediksi bisa juara di Sirkuit Austin sekaligus membungkam Marquez yang belakangan sering berulah.
Musim lalu Marc Marquez menunjukkan kedewasaan dan ketenangan ketika ia memilih untuk bermain aman dalam sebuah seri yang sulit dimenangkan.

Namun dalam dua seri terakhir, ketenangan Marquez itu hilang. Di MotoGP Argentina ia terlalu agresif sehingga terkena hukuman penalti karena menabrak Valentino Rossi sedangkan di kualifikasi MotoGP Amerika ia dihukum turun tiga posisi karena menghalangi Maverick Vinales.
 
Sikap agresif Marquez ini membuatnya kembali ke era awal ia naik kelas ke MotoGP saat ia terlalu berani ambil risiko dan akhirnya malah merugikan diri sendiri.

Marquez masih yang terbaik di seri MotoGP Amerika Serikat, namun bila ia melakukan blunder, maka itu sama saja ia mempersilakan duo Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, mengakhiri dominasinya di sirkuit tersebut.

Kepiawaian Marc Marquez di Sirkuit Austin kembali terbukti di fase kualifikasi. Marquez lagi-lagi memastikan diri sebagai pole sitter sebelum dihukum turun ke posisi start keempat.

Persaingan Marquez menghadapi Maverick Vinales, Andrea Iannone, Johann Zarco, dan Valentino Rossi, akan menjadi ujian untuk menggenapi gelar di MotoGP Amerika Serikat menjadi enam.

Sengitnya kompetisi di MotoGP Argentina bisa saja menular ke seri ketiga. Semoga saja esensi olahraga yang mengedepankan sportivitas tidak merusak perburuan gelar juara pada musim balap 2018. Sudah hampir satu tahun Maverick Vinales gagal meraih kemenangan di MotoGP. Momen hukuman yang didapat Marc Marquez harus benar-benar dimanfaatkan Vinales untuk mengakhiri paceklik kemenangan saat tampil di MotoGP Amerika Serikat. Vinales harus memanfaatkan posisi pole yang didapatnya.

Tidak bisa dimungkiri Marquez masih memiliki sepeda motor yang paling cepat untuk balapan MotoGP Amerika. Tapi, Marquez akan start dari posisi keempat dan harus menghadapi sejumlah pebalap tangguh di depannya. Start yang bagus bisa menjadi penentu kemenangan Vinales.

Bukan tugas mudah meraih kemenangan di Sirkuit Austin karena bukan hanya Marquez ancamannya. Pebalap seperti Rossi, Iannone, dan Zarco juga tetap tampil cepat. Vinales punya kecepatan untuk meraih kemenangan jika mampu memulai start dengan bagus dan mampu mengatasi perlawanan nama-nama pebalap di atas.
Sirkuit Austin MotoGP Amerika Serikat bisa dibilang berjodoh bagi Marc Marquez. Pebalap Repsol Honda itu selalu meraih podium pertama dalam lima tahun beruntun sejak 2013.

Marquez pun berpeluang besar meraih juara yang keenam kali di MotoGP Amerika Serikat. Meski start di posisi ketiga karena hukuman penalti, Marquez tak akan kesulitan menyodok di posisi terdepan karena ia paham betul setiap tikungan di Sirkuit Austin yang bisa ia manfaatkan untuk menyalip tiap lawannya.

Marquez kemungkinan bakal mendominasi di posisi depan pada balapan nanti. Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, dan Andrea Iannone (Suzuki), bakal memberikan perlawanan sengit terhadap pebalap asal Spanyol itu. Namun, Marquez bakal bisa mengatasinya dan saya prediksi meraih gelar juara keenam di MotoGP Amerika Serikat.

Balapan MotoGP Amerika di Sirkuit Austin akan disiarkan secara Live DiTrans7.

Saturday, April 14, 2018

April 14, 2018

Nasib Marquez Dibenci Rossi dan Enam Pebalap MotoGP

Jakarta, Ocean News - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, diklaim bukan satu-satunya pebalap yang membenci juara bertahan MotoGP Marc Marquez.

Hubungan Marquez dengan Rossi kembali memanas setelah kedua pebalap bertabrakan pada balapan MotoGP Argentina, akhir pekan lalu. Marquez menabrak Rossi saat balapan menyisakan empat lap hingga pebalap asal Italia itu terjatuh.

Insiden di MotoGP Argentina membangkitkan kembali perseteruan antara Rossi dengan Marquez yang sebelumnya terjadi di pengujung MotoGP 2015. Tapi, Rossi bukan satu-satunya pebalap di MotoGP yang membenci Marquez.
Media Spanyol Don Balon mengklaim setidaknya ada enam pebalap MotoGP selain Rossi yang membenci Marquez. Tiga di antaranya adalah pebalap asal Italia kompatriot Rossi: Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci.
Dovizioso menganggap Marquez membalap dengan tidak hati-hati saat menabrak Rossi di balapan MotoGP. Sementara Iannone dan Petrucci sudah menunjukkan dukungannya untuk The Doctor saat berseteru dengan Marquez di MotoGP 2015.

Pebalap Ducati Jorge Lorenzo juga diklaim Don Balon membenci Marquez meski Rossi sempat menganggap kedua pebalap asal Spanyol itu bekerja sama pada MotoGP 2015. Lorenzo sudah benci dengan Marquez sejak juara dunia MotoGP empat kali itu promosi ke kelas primer Grand Prix pada 2013.
Lorenzo diklaim sejumlah media membenci Marquez karena merebut hati fan asal Spanyol. Marquez juga merebut predikat pebalap nomor satu Spanyol dari tangan Lorenzo.

Pebalap kelima yang membenci Marquez adalah Cal Crutchlow. Pebalap LCR Honda itu dikabarkan benci dengan Marquez karena mencegah kepindahannya ke Repsol Honda untuk menggantikan Dani Pedrosa.
Pebalap terakhir yang membenci Marquez adalah pebalap Tech3 Yamaha Johann Zarco. Pebalap asal Perancis itu mengidolakan Rossi sejak kecil dan berambisi menggantikan pebalap 39 tahun itu di tim Movistar Yamaha.Marquez dan Rossi akan kembali beraksi pada balapan MotoGP Amerika Serikat pada Senin (23/4) dini hari WIB. (ADY)

Tuesday, April 10, 2018

April 10, 2018

6 Drama di MotoGP Argentina 2018

Jakarta, Ocean News - MotoGP Argentina yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo berlangsung panas. Banyak drama yang terjadi pada balapan tersebut, termasuk insiden Marc Marquez tabrak Valentino Rossi.

MotoGP Argentina 2018 yang merupakan seri kedua MotoGP musim ini benar-benar berlangsung penuh drama. Selain kejutan di baris depan saat pebalap-pebalap kuda hitam bisa mendominasi lomba, momen menarik lainnya ada pada diri Marc Marquez yang menjadi sosok utama di balapan kali ini meski ia tak keluar sebagai pemenang.

Berikut 6 drama yang terjadi di MotoGP Argentina 2018:


1. Balapan ditunda sekitar 20 menit karena hampir seluruh pebalap, kecuali Jack Miller, terlambat mengganti ban basah ke ban kering. Seluruh pebalap akhirnya kembali ke paddock untuk ganti ban dan setelan. Seluruh pebalap kecuali Miller dihukum mundur beberapa grid dalam start MotoGP Argentina. Akibat penundaan itu balapan dipotong dari 25 lap menjadi 24 lap.

2. Motor Marquez mati sebelum balapan dimulai. Pebalap asal Spanyol itu berusaha keras untuk menyalakan kembali motornya. Marquez akhirnya terhindar start dari pit-lane. Setelah melakukan evaluasi, Marquez akhirnya dihukum melalui pit lane pada lap keenam.


3. Pedrosa mengalami kecelakaan di tikungan 13 lap pertama setelah bersenggolan dengan Johann Zarco. Pedrosa terpental dari motornya namun bisa meninggalkan lintasan dengan berjalan kaki.


4. Marquez menabrak Aleix Espargaro di tikungan 13 di lap kesembilan. Akibatnya Marquez dihukum turun satu posisi saat balapan berlangsung.


5. Marquez menabrak Rossi hingga terjatuh di tikungan 13 saat balapan menyisakan empat lap. Akibatnya Marquez dihukum penalti 30 detik dan mengakhiri balapan di posisi 18.

6. Marquez ditolak masuk garasi Rossi saat ingin minta maaf kepada The Doctor atas manuver berbahaya saat balapan MotoGP Argentina. Rossi mengakhiri balapan di posisi ke-19.  
April 10, 2018

10 Pernyataan Pedas Rossi untuk Marquez usai MotoGP Argentina 2018

Jakarta, Ocean News - Perseteruan Valentino Rossi dengan Marc Marquez memasuki babak baru. Perselisihan muncul menyusul peristiwa di MotoGP Argentina.
Kedua pembalap terlibat dalam persaingan menuju posisi terdepan di tikungan ke-13 pada lap ke-20. Rossi berada di depan Marquez tapi saat pembalap asal Spanyol itu menyalip, posisinya terlalu mepet dengan Rossi.

Pergerakan Marquez membuat Rossi melebar. Rossi akhirnya terjatuh di rumput Sirkuit Termas de Rio Hondo dan langsung marah ke arah Marquez.
Marquez pun mendapatkan sanksi karena aksi brutalnya itu. Dia terkena penalti 30 detik sehingga harus puas finis di posisi ke-18. Sedangkan Rossi mampu bangkit dan akhirnya finis di posisi ke-19.
Usai lomba, Marquez sebenarnya mencoba untuk minta maaf kepada Rossi. Namun saat tiba di garasi Yamaha, Marquez malah ditolak untuk menemui Rossi.
Rossi sangat murka dengan insiden yang melibatkan dirinya dengan Marquez. Dia pun langsung menyebut Marquez sudah merusak olahraga balapan.
Dia pun memberi alasan mengapa tak mau bertemu dengan Marquez usai balapan. "Marquez harus menjauh dari saya dan jangan melihat wajah saya lagi," kata Rossi seperti dikutip Marca.
"Jika Anda melakukan sesuatu yang buruk, Anda harus punya keberanian untuk datang sendiri saat minta maaf. Tidak dengan kamera dan manajer Anda...coba untuk lebih hormat," ujarnya.
Selain kata-kata itu, ada 10 komentar menyengat lainnya yang dikatakan Rossi usai balapan. Berikut rinciannya seperti dikutip Marca: 

1. Marquez tak pernah punya rasa hormat kepada lawan.
2. Dia tahu jika menabrak Anda di kaki dia tak akan jatuh. Dia berharap Anda jatuh, begitu cara balap dia.
3. Dia melakukan itu (menabrak) ke Aleix Espargaro, Tito Rabat dan lalu saya. Dia jatuhkan saya ke tanah dan dia juga lakukan hal yang sama dengan Vinales.
4. Dari sudut pandang saya, masalahnya dia pembalap berbahaya. Saya takut satu trek dengan Marquez.
5. Saat Marquez ada di sirkuit, Anda akan takut. Dia melakukan segala yang diinginkannya untuk menang dan dia lakukan secara brutal.
6. Masalah utamanya, Marquez tak punya respek dengan lawan-lawannya. Dia membawa kompetisi ini ke level berbahaya.
7. Dia tak mungkin lewati enam pembalap. Anda bisa lakukan itu, tapi tidak seperti itu caranya.
8. Anda tak bisa membiarkan aksi Marquez karena kalau tidak olahraga ini bakal menjadi sangat berbahaya.
9. Dia sudah hancurkan olahraga kita, dia tak pernah respek dengan lawan-lawannya.
10. Saat Anda menggeber motor dengan kecepatan 300 km/jam, Anda harus punya respek dengan lawan.

SUMBER : BOLA.COM