Breaking

Wednesday, April 25, 2018

April 25, 2018

Alasan Rossi Gagal Naik Podium MotoGP AS 2018


Austin - Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, gagal naik podium pada balapan MotoGP AS di Circuit of the Americas, Austin, Senin (23/4/2018) dini hari WIB. The Doctor menyatakan faktor cuaca panas dan ban depan membuatnya sulit bersaing dengan tiga pembalap terdepan. Rossi hanya finis keempat pada balapan MotoGP AS, di belakang Marc Marquez, Maverick Vinales, dan Andrea Iannone. Margin poin Rossi dan Marquez mencapai 9,587 detik. 
Sejak awal Rossi menyadari Marquez dan Vinales selangkah di depan. Namun, dia sempat berpikir mampu menyaingi kecepatan Iannone dalam perebutan podium terakhir.
Namun, cuaca panas di COTA membuat kecepatan Rossi di tikungan berkurang. Dia akhirnya gagal bersaing dengan pembalap Suzuki di depannya, dengan margin lebih daripada tiga detik.  
"Ini akhir pekan yang bagus, karena selalu berada di posisi lima besar. Tapi, saat balapan, saya berharap sedikit lebih kuat untuk berusaha meraih podium. Saya tahu Marquez dan Maverick sedikit lebih kuat. Tapi, saya berharap cukup cepat untuk berebut podium dengan Iannone. Namun, Iannone lebih cepat daripada saya dan saya tak bisa menyalip," kata Rossi setelah balapan, seperti dilansir Crash.  
"Saya berharap bisa melahap lap 2 menit 5,4 detik, karena saat latihan bisa 2 menit 6 detik. Saya tahu dengan kecepatan itu bisa bertarung untuk podium. Tapi, sayangnya saya kesulitan dengan cuaca panas, terutama dengan ban depan. Hari ini di tikungan, saya kehilangan banyak waktu," sambung Rossi. 
Dengan hasil tersebut, Valentino Rossi tercecer di peringkat tujuh klasemen sementara MotoGP 2018, dengan raihan 29 poin. Dia tertinggal 17 poin dari Andrea Dovizioso yang bercokol di puncak. 

Monday, April 23, 2018

April 23, 2018

Prediksi MotoGP Amerika Serikat 2018

Ocean News - MotoGP Amerika Serikat akan digelar di Sirkuit Austin, Minggu (22/4) waktu setempat, akan menjadi seri ketiga di MotoGP 2018. Berikut ini prediksi MotoGP Amerika dari tim olahraga CNNIndonesia.com.

MotoGP Argentina pekan lalu membuat persaingan semakin memanas setelah Marc Marquez menabrak Valentino Rossi hingga terjatuh. Pebalap veteran asal Italia itu bahkan tak mau memaafkan Marquez yang sudah berupaya mendatangi paddock tim Yamaha.

Bukannya kapok, Marquez malah kembali berulah pada sesi kualifikasi MotoGP Amerika. Pebalap asal Spanyol itu mendapat penalti turun tiga grip lantaran dianggap sengaja menutupi jalur Maverick Vinales.
Drama yang terjadi di seri awal MotoGP 2018 jadi bumbu jalannya balapan. Berikut prediksi jalannya balapan MotoGP Amerika dari tim olahraga.

Cuaca saat MotoGP Amerika Serikat nanti memang cukup cerah, tidak diwarnai hujan seperti di MotoGP Argentina. Kendati demikian, saya memprediksi MotoGP Amerika Serikat nanti bisa memunculkan banyak insiden seperti di seri sebelumnya. Hal itu sudah terbukti saat babak kualifikasi sehari sebelum balapan di Sirkuit Austin.

Demi meraih pole di MotoGP Amerika, pebalap Repsol Honda Marc Marquez mengganggu laju pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, yang tengah memacu motornya di putaran sprint. Marquez pun harus disanksi dengan turun tiga grid saat start nanti. Berada di posisi keempat saat start bisa membuat Marquez kian agresif saat balapan demi bisa berada di posisi terdepan.

Terlebih lagi, di belakang Marquez saat start ada Valentino Rossi. Kondisi ini bisa mewarnai balapan seri ketiga MotoGP 2018 ini. Dengan begitu, bukan tidak mungkin insiden atau drama lainnya tercipta di Sirkuit Austin nanti. Yang pasti, Marc Marquez akan menjadi aktor utama atau sorotan di MotoGP Amerika. Mengenai pebalap yang akan naik podium, saya menjagokan Vinales bisa menjadi pemenang di MotoGP Amerika Serikat.MotoGP Amerika Serikat diprediksi akan berlangsung sengit. Terlebih persaingan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi semakin panas usai insiden tabrakan di MotoGP Argentina.

Tak berhenti sampai di Argentina, drama kembali terjadi jelang MotoGP Amerika. Marquez mendapat penalti dan harus memulai lomba dari posisi keempat atau tepat di depan Rossi yang berada di urutan kelima.
Meski Marquez masih jadi favorit juara, namun Rossi yang punya pengalaman panjang di MotoGP akan bertarung habis-habisan. Jika tak ada kendala teknis, pebalap Movistar Yamaha ini saya prediksi bisa juara di Sirkuit Austin sekaligus membungkam Marquez yang belakangan sering berulah.
Musim lalu Marc Marquez menunjukkan kedewasaan dan ketenangan ketika ia memilih untuk bermain aman dalam sebuah seri yang sulit dimenangkan.

Namun dalam dua seri terakhir, ketenangan Marquez itu hilang. Di MotoGP Argentina ia terlalu agresif sehingga terkena hukuman penalti karena menabrak Valentino Rossi sedangkan di kualifikasi MotoGP Amerika ia dihukum turun tiga posisi karena menghalangi Maverick Vinales.
 
Sikap agresif Marquez ini membuatnya kembali ke era awal ia naik kelas ke MotoGP saat ia terlalu berani ambil risiko dan akhirnya malah merugikan diri sendiri.

Marquez masih yang terbaik di seri MotoGP Amerika Serikat, namun bila ia melakukan blunder, maka itu sama saja ia mempersilakan duo Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, mengakhiri dominasinya di sirkuit tersebut.

Kepiawaian Marc Marquez di Sirkuit Austin kembali terbukti di fase kualifikasi. Marquez lagi-lagi memastikan diri sebagai pole sitter sebelum dihukum turun ke posisi start keempat.

Persaingan Marquez menghadapi Maverick Vinales, Andrea Iannone, Johann Zarco, dan Valentino Rossi, akan menjadi ujian untuk menggenapi gelar di MotoGP Amerika Serikat menjadi enam.

Sengitnya kompetisi di MotoGP Argentina bisa saja menular ke seri ketiga. Semoga saja esensi olahraga yang mengedepankan sportivitas tidak merusak perburuan gelar juara pada musim balap 2018. Sudah hampir satu tahun Maverick Vinales gagal meraih kemenangan di MotoGP. Momen hukuman yang didapat Marc Marquez harus benar-benar dimanfaatkan Vinales untuk mengakhiri paceklik kemenangan saat tampil di MotoGP Amerika Serikat. Vinales harus memanfaatkan posisi pole yang didapatnya.

Tidak bisa dimungkiri Marquez masih memiliki sepeda motor yang paling cepat untuk balapan MotoGP Amerika. Tapi, Marquez akan start dari posisi keempat dan harus menghadapi sejumlah pebalap tangguh di depannya. Start yang bagus bisa menjadi penentu kemenangan Vinales.

Bukan tugas mudah meraih kemenangan di Sirkuit Austin karena bukan hanya Marquez ancamannya. Pebalap seperti Rossi, Iannone, dan Zarco juga tetap tampil cepat. Vinales punya kecepatan untuk meraih kemenangan jika mampu memulai start dengan bagus dan mampu mengatasi perlawanan nama-nama pebalap di atas.
Sirkuit Austin MotoGP Amerika Serikat bisa dibilang berjodoh bagi Marc Marquez. Pebalap Repsol Honda itu selalu meraih podium pertama dalam lima tahun beruntun sejak 2013.

Marquez pun berpeluang besar meraih juara yang keenam kali di MotoGP Amerika Serikat. Meski start di posisi ketiga karena hukuman penalti, Marquez tak akan kesulitan menyodok di posisi terdepan karena ia paham betul setiap tikungan di Sirkuit Austin yang bisa ia manfaatkan untuk menyalip tiap lawannya.

Marquez kemungkinan bakal mendominasi di posisi depan pada balapan nanti. Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, dan Andrea Iannone (Suzuki), bakal memberikan perlawanan sengit terhadap pebalap asal Spanyol itu. Namun, Marquez bakal bisa mengatasinya dan saya prediksi meraih gelar juara keenam di MotoGP Amerika Serikat.

Balapan MotoGP Amerika di Sirkuit Austin akan disiarkan secara Live DiTrans7.

Saturday, April 14, 2018

April 14, 2018

Nasib Marquez Dibenci Rossi dan Enam Pebalap MotoGP

Jakarta, Ocean News - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, diklaim bukan satu-satunya pebalap yang membenci juara bertahan MotoGP Marc Marquez.

Hubungan Marquez dengan Rossi kembali memanas setelah kedua pebalap bertabrakan pada balapan MotoGP Argentina, akhir pekan lalu. Marquez menabrak Rossi saat balapan menyisakan empat lap hingga pebalap asal Italia itu terjatuh.

Insiden di MotoGP Argentina membangkitkan kembali perseteruan antara Rossi dengan Marquez yang sebelumnya terjadi di pengujung MotoGP 2015. Tapi, Rossi bukan satu-satunya pebalap di MotoGP yang membenci Marquez.
Media Spanyol Don Balon mengklaim setidaknya ada enam pebalap MotoGP selain Rossi yang membenci Marquez. Tiga di antaranya adalah pebalap asal Italia kompatriot Rossi: Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci.
Dovizioso menganggap Marquez membalap dengan tidak hati-hati saat menabrak Rossi di balapan MotoGP. Sementara Iannone dan Petrucci sudah menunjukkan dukungannya untuk The Doctor saat berseteru dengan Marquez di MotoGP 2015.

Pebalap Ducati Jorge Lorenzo juga diklaim Don Balon membenci Marquez meski Rossi sempat menganggap kedua pebalap asal Spanyol itu bekerja sama pada MotoGP 2015. Lorenzo sudah benci dengan Marquez sejak juara dunia MotoGP empat kali itu promosi ke kelas primer Grand Prix pada 2013.
Lorenzo diklaim sejumlah media membenci Marquez karena merebut hati fan asal Spanyol. Marquez juga merebut predikat pebalap nomor satu Spanyol dari tangan Lorenzo.

Pebalap kelima yang membenci Marquez adalah Cal Crutchlow. Pebalap LCR Honda itu dikabarkan benci dengan Marquez karena mencegah kepindahannya ke Repsol Honda untuk menggantikan Dani Pedrosa.
Pebalap terakhir yang membenci Marquez adalah pebalap Tech3 Yamaha Johann Zarco. Pebalap asal Perancis itu mengidolakan Rossi sejak kecil dan berambisi menggantikan pebalap 39 tahun itu di tim Movistar Yamaha.Marquez dan Rossi akan kembali beraksi pada balapan MotoGP Amerika Serikat pada Senin (23/4) dini hari WIB. (ADY)

Tuesday, April 10, 2018

April 10, 2018

6 Drama di MotoGP Argentina 2018

Jakarta, Ocean News - MotoGP Argentina yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo berlangsung panas. Banyak drama yang terjadi pada balapan tersebut, termasuk insiden Marc Marquez tabrak Valentino Rossi.

MotoGP Argentina 2018 yang merupakan seri kedua MotoGP musim ini benar-benar berlangsung penuh drama. Selain kejutan di baris depan saat pebalap-pebalap kuda hitam bisa mendominasi lomba, momen menarik lainnya ada pada diri Marc Marquez yang menjadi sosok utama di balapan kali ini meski ia tak keluar sebagai pemenang.

Berikut 6 drama yang terjadi di MotoGP Argentina 2018:


1. Balapan ditunda sekitar 20 menit karena hampir seluruh pebalap, kecuali Jack Miller, terlambat mengganti ban basah ke ban kering. Seluruh pebalap akhirnya kembali ke paddock untuk ganti ban dan setelan. Seluruh pebalap kecuali Miller dihukum mundur beberapa grid dalam start MotoGP Argentina. Akibat penundaan itu balapan dipotong dari 25 lap menjadi 24 lap.

2. Motor Marquez mati sebelum balapan dimulai. Pebalap asal Spanyol itu berusaha keras untuk menyalakan kembali motornya. Marquez akhirnya terhindar start dari pit-lane. Setelah melakukan evaluasi, Marquez akhirnya dihukum melalui pit lane pada lap keenam.


3. Pedrosa mengalami kecelakaan di tikungan 13 lap pertama setelah bersenggolan dengan Johann Zarco. Pedrosa terpental dari motornya namun bisa meninggalkan lintasan dengan berjalan kaki.


4. Marquez menabrak Aleix Espargaro di tikungan 13 di lap kesembilan. Akibatnya Marquez dihukum turun satu posisi saat balapan berlangsung.


5. Marquez menabrak Rossi hingga terjatuh di tikungan 13 saat balapan menyisakan empat lap. Akibatnya Marquez dihukum penalti 30 detik dan mengakhiri balapan di posisi 18.

6. Marquez ditolak masuk garasi Rossi saat ingin minta maaf kepada The Doctor atas manuver berbahaya saat balapan MotoGP Argentina. Rossi mengakhiri balapan di posisi ke-19.  
April 10, 2018

10 Pernyataan Pedas Rossi untuk Marquez usai MotoGP Argentina 2018

Jakarta, Ocean News - Perseteruan Valentino Rossi dengan Marc Marquez memasuki babak baru. Perselisihan muncul menyusul peristiwa di MotoGP Argentina.
Kedua pembalap terlibat dalam persaingan menuju posisi terdepan di tikungan ke-13 pada lap ke-20. Rossi berada di depan Marquez tapi saat pembalap asal Spanyol itu menyalip, posisinya terlalu mepet dengan Rossi.

Pergerakan Marquez membuat Rossi melebar. Rossi akhirnya terjatuh di rumput Sirkuit Termas de Rio Hondo dan langsung marah ke arah Marquez.
Marquez pun mendapatkan sanksi karena aksi brutalnya itu. Dia terkena penalti 30 detik sehingga harus puas finis di posisi ke-18. Sedangkan Rossi mampu bangkit dan akhirnya finis di posisi ke-19.
Usai lomba, Marquez sebenarnya mencoba untuk minta maaf kepada Rossi. Namun saat tiba di garasi Yamaha, Marquez malah ditolak untuk menemui Rossi.
Rossi sangat murka dengan insiden yang melibatkan dirinya dengan Marquez. Dia pun langsung menyebut Marquez sudah merusak olahraga balapan.
Dia pun memberi alasan mengapa tak mau bertemu dengan Marquez usai balapan. "Marquez harus menjauh dari saya dan jangan melihat wajah saya lagi," kata Rossi seperti dikutip Marca.
"Jika Anda melakukan sesuatu yang buruk, Anda harus punya keberanian untuk datang sendiri saat minta maaf. Tidak dengan kamera dan manajer Anda...coba untuk lebih hormat," ujarnya.
Selain kata-kata itu, ada 10 komentar menyengat lainnya yang dikatakan Rossi usai balapan. Berikut rinciannya seperti dikutip Marca: 

1. Marquez tak pernah punya rasa hormat kepada lawan.
2. Dia tahu jika menabrak Anda di kaki dia tak akan jatuh. Dia berharap Anda jatuh, begitu cara balap dia.
3. Dia melakukan itu (menabrak) ke Aleix Espargaro, Tito Rabat dan lalu saya. Dia jatuhkan saya ke tanah dan dia juga lakukan hal yang sama dengan Vinales.
4. Dari sudut pandang saya, masalahnya dia pembalap berbahaya. Saya takut satu trek dengan Marquez.
5. Saat Marquez ada di sirkuit, Anda akan takut. Dia melakukan segala yang diinginkannya untuk menang dan dia lakukan secara brutal.
6. Masalah utamanya, Marquez tak punya respek dengan lawan-lawannya. Dia membawa kompetisi ini ke level berbahaya.
7. Dia tak mungkin lewati enam pembalap. Anda bisa lakukan itu, tapi tidak seperti itu caranya.
8. Anda tak bisa membiarkan aksi Marquez karena kalau tidak olahraga ini bakal menjadi sangat berbahaya.
9. Dia sudah hancurkan olahraga kita, dia tak pernah respek dengan lawan-lawannya.
10. Saat Anda menggeber motor dengan kecepatan 300 km/jam, Anda harus punya respek dengan lawan.

SUMBER : BOLA.COM

Wednesday, April 4, 2018

April 04, 2018

4 Fakta Menarik Jelang MotoGP Argentina: Ducati Ancam Dominasi Honda dan Yamaha

www.galeriocean.com
Sirkuit Termas De Rio Hondo Argentina
Buenos Aires, Ocean News - Persaingan di ajang MotoGP 2018 bakal memasuki seri kedua pada akhir pekan ini. Para pebalap akan beradu kekuatan pada MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Río Hondo, Minggu (8/4/2018).
Sejak Argentina kembali menjadi menjadi venue MotoGP pada 2014, sirkuit ini sangat ramah untuk dua pabrikan besar, Yamaha dan Honda. Kedua tim berbagi kemenangan di sana, masing-masing dua kali. 
Namun, peta persaingan diprediksi berubah pada musim ini. Performa apik pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, pada seri pertama di MotoGP Qatar, bisa mengancam dominasi Honda dan Yamaha
Di Sirkuit Losail, Qatar, tiga pekan lalu, Dovizioso tampil mengesankan dan mengalahkan Marc Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir. Dovizioso berhasil naik podium utama, sedangkan posisi kedua dan ketiga ditempati Marquez dan Valentino Rossi
Jadi, apa saja fakta menarik menjelang MotoGP Argentina

Rekor Kemenangan

Pembalap Movistar Yamaha Maverick Vinales merayakan kemenangan MotoGP Argentina di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Senin (10/4/2017) dinihari WIB.
Argentina kembali menggelar balapan MotoGP sejak 2014. Sebelumnya Argentina pernah menjadi tuan rumah balapan grand prix, namun berhenti pada 1999.
Dalam empat perhelatan sejak 2014, podium teratas bergantian dikuasai Honda dan Yamaha. Dua tim besar itu masing-masing menang dua kali. 
Pada 2014, Marc Marquez berhasil naik podium utama. Di musim berikutnya, giliran Valentino Rossi yang berjaya di Termas de Rio Hondo. 
Marc Marquez kembali naik podium teratas pada 2016. Semusim berselang, lagi-lagi giliran Yamaha yang berkuasa, kali ini melalui Maverick Vinales. 

Podium Terbanyak

Pebalap Repsol Honda Marq Marquez mendapatkan Podium Pertama Pada Motogp Argentina 2015
Koleksi kemenangan Honda dan Yamaha dalam empat tahun terakhir di MotoGP Argentina memang berimbang. Namun, dalam urusan jumlah podium, Honda lebih unggul. 
Dalam empat musim, ada enam pebalap Honda yang naik podium. Yamaha terpaut satu pebalap, alias lima orang. Satu podium lagi jadi milik Ducati. 
Pada 2014 dan 2016, Honda mampu membukukan dobel podium melalui Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Adapun pada 2015 dan 2017, giliran Yamaha yang mengukir dobel podium lewat Maverick Vinales dan Valentino Rossi. 
Jadi, benar-benar tugas berat bagi tim lain untuk menembus dominasi Honda dan Yamaha di Argentina.

 Pole Terbanyak

Persaingan ketat Yamaha dan Honda di Argentina tak terjadi dalam urusan pole. Kali ini, mutlak menjadi milik Honda. 
Dalam empat perhelatan MotoGP Argentina sejak 2014, pole mutlak dikuasai Marc Marquez. Dia selalu mampu menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi. 
Persensentase keberhasilan Marquez memanfaatkan pole untuh meraih kemenangan juga cukup besar, yaitu 50 persen. 
Dari empat kali pole, dua di antaranya mampu dituntaskan menjadi podium utama, yaitu pada 2014 dan 2016.

Ancaman Dovizioso

Aksi heroik Dovizioso saat mendorong motor di MotopGP Argentina
finis di posisi 13
Dominasi Honda dan Yamaha terlihat sulit dipatahkan di MotoGP Argentina. Namun, kedua tim tersebut wajib waspada.
Andrea Dovizioso tentu ingin melanjutkan start apiknya di MotoGP 2018. Setelah juara di MotoGP Qatar, dia juga diprediksi mengincar hasil serupa di Argentina. 
Sejauh ini, Dovizioso baru sekali finis di podium pada MotoGP Argentina, yaitu pada 2015. Pada 2016, dia hampir kembali mencicipi podium, tapi gagal setelah bertabrakan dengan rekan setimnya saat itu, Andrea Iannone. 
Bermodal kemenangan di Qatar, mampukah Dovizioso mengakhiri dominasi Honda dan Yamaha?

SUMBER : BOLA.COM


April 04, 2018

MotoGP: Rossi Berharap Morbidelli Pindah ke Yamaha

Jakarta, Ocean News - Franco Morbidelli memutuskan memperkuat Marc VDS, tim satelit Honda, pada debutnya di MotoGP. Padahal, Valentino Rossi berharap Morbidelli membela Yamaha.
Namun, keinginan Rossi untuk melihat Morbidelli tampil di MotoGP dengan bendera Yamaha tampaknya bakal segera terwujud. Itu karena ada spekulasi mengenai jalinan kerja sama antara Marc VDS dan tim Garpu Tala.
Mulai MotoGP 2019, Yamaha memang tak akan lagi memiliki tim satelit. Itu karena mereka telah ditinggal Tech 3 yang telah meneken kontrak dengan KTM per musim depan. Artinya, Marc VDS mungkin akan mengisi slot yang ditinggalkan Tech 3.
Jika itu terwujud, secara otomatis Morbidelli akan berjuang di bawah panji Yamaha. Hal itu sesuai dengan keinginan Rossi yang notabene sosok dengan kontribusi besar dalam karier balap pria berusia 23 tahun itu.
"Ia bisa memiliki motor Yamaha dengan warna Marc VDS. Saya ingin Franco dengan Yamaha. Dan ia bahkan bisa lebih menyukainya," ujar pembalap Movistar Yamaha itu, dilansir Tuttomotoriweb.

Janji Marc VDS

Sejatinya, tim Yamaha pun tak malu-malu mengungkapkan ketertarikannya pada talenta Morbidelli. Dan mereka berharap kehadiran Rossi bisa mendorong juara dunia Moto2 2017 itu untuk bergabung dengan proyek Yamaha.
Bos Marc VDS, Michael Bartholemy juga memiliki keinginan untuk memberikan Morbidelli motor pabrikan. Tapi, ia tak menyebut secara gamblang ke mana Marc VDS akan merapat. Selain Yamaha, Suzuki juga tertarik menjalin kerja sama dengan mereka.
"Saya ingin memberikan motor pabrikan kepada Franco Morbidelli pada tahun depan. Ia memiliki beberapa prioritas. Tapi ia memberi saya kebebasan penuh soal keputusan itu dan saya ingin memberikan yang terbaik," timpal Bartholemy.

Statistik Morbidelli di Setiap Musim

2013: 3 balapan, 0 kemenangan, 0 podium, 0 pole, 0 fastest lap, 0 poin
2014: 18 balapan, 0 kemenangan, 0 podium, 0 pole, 0 fastest lap, 75 poin
2015: 14 balapan, 0 kemenangan, 1 podium, 0 pole, 2 fastest lap, 90 poin
2016: 18 balapan, 0 kemenangan, 8 podium, 0 pole, 3 fastest lap, 213 poin
2017: 18 balapan, 8 kemenangan, 12 podium, 6 pole, 8 fastest lap, 308 poin
2018: 1 balapan, 0 kemenangan, 0 podium, 0 pole, 0 fastest lap, 4 poin

SUMBER : LIPUTAN6 

April 04, 2018

Insiden Sepang 2015: Data Motor Marquez Diklaim Bisa Buktikan Rossi Bersalah

Jakarta, Ocean News - Mantan bos Honda, Livio Suppo, mengungkapkan Federasi Otomotif Internasional (FIA) melarang mereka untuk membeberkan data motor Marc Marquez saat terlibat insiden dengan Valentino Rossi pada MotoGP Malaysia 2015. Padahal, data itu diklaim bisa membuktikan apa yang sebenarnya terjadi.
Insiden Sepang 2015 memang masih menyisakan misteri. Ada yang menuding Rossi sengaja menendang Marquez. Namun tak sedikit yang membela The Doctor dan menyebut hal itu hanya sekadar senggolan biasa.
Banyak yang berharap Honda mau membeberkan data pada motor Marquez. Namun, hingga saat ini tim pabrikan asal Jepang itu masih menyimpan data tersebut.
"FIM meminta kami untuk tidak melakukan itu. Data bisa memperlihatkan sesuatu, tak hanya asal bicara. Berdasarkan dari data, kami pikir akan lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi," kata Suppo dalam wawancaranya dengan Speedweek.
Suppo mengatakan Honda tak ingin muncul masalah dengan membeberkan data tersebut. "Itu kenapa kami memutuskan untuk mengikuti saran FIM. Itu juga tak akan mengubah apapun," tutur Suppo.
"Orang yang berpikir Valentino Rossi benar akan tetap berpikir demikian. Hal yang sama juga akan terjadi pada orang yang mendukung Marc Marquez," tambahnya.

SUMBER : BOLA.COM

Sunday, April 1, 2018

April 01, 2018

Keren, Modifikator Jepang Sulap Yamaha R25 Jadi R1

Ocean News - Pecinta motor tanah air baru-baru ini tengah dihebohkan dengan isu tampilan baru Yamaha YZF R25. Tak heran jika beberapa gambar yang beredar di media sosial menjadi viral karena pabrikan berlogo garpu tala ini tak kunjung melakukan perubahan pada sport fairing 250 cc mereka, YZF R25, sejak tahun 2014.
Pada foto yang entah mulanya beredar dari mana, tampak Yamaha YZF R1 berdimensi lebih kecil dan buritan yang berbeda dengan keluaran pabrikan. Setelah ditelisik lebih lanjut, motor tersebut rupanya adalah hasil modifikasi dari Jepang. Adalah Saitanaya Factory yang membuat geger para pecinta sepeda motor khususnya mereka yang menantikan wajah baru YZF R25.
Saitanaya ternya merupakan produsen body part motor yang bermarkas di prefektur Osaka dan terkenal dengan fairing merek EIGHT. Produk tersebut sudah dikenal di kalangan motorist Jepang dan banyak digunakan di berbagai motor sport.
Produsen satu ini menjadi pilihan karena memang racikan yang rapi dan menarik, seperti fairing R1 yang tertancap pada R25. Nyaris semua elemen dari R1 asli pabrikan dipindah ke motor berkapasitas 250cc tersebut.
Saitanaya ternya merupakan produsen body part motor yang bermarkas di prefektur Osaka dan terkenal dengan fairing merek EIGHT. Produk tersebut sudah dikenal di kalangan motorist Jepang dan banyak digunakan di berbagai motor sport.
Produsen satu ini menjadi pilihan karena memang racikan yang rapi dan menarik, seperti fairing R1 yang tertancap pada R25. Nyaris semua elemen dari R1 asli pabrikan dipindah ke motor berkapasitas 250cc tersebut.

Projector PROTEC FLH-535 LED yang menjadi ciri khas YZF-R series teratas ini berhasil direplika dengan halus. Penerapan kombinasi warna pada silver dan biru juga sukses menipu banyak warganet.
Proses mendandani motor seperempat liter ini tentunya membutuhkan perhitungan yang presisi. fairing EIGHT yang berbahan fibre-reinforced palastic (FRP) dapat terpasang secara sempurna tanpa menimbulkan ruang kosong atau gap yang aneh. Pihak produsen juga mengklaim bahwa tidak terdapat perubahan pada mounting fairing asli R25.
Untuk mengimbangi tampilan ala motor berkapasitas 1000cc tersebut, Tetsuyuki Kaneda, pendiri Saitanaya, juga melakukan sedikit modifikasi pada tangki. R25 diberi cover tangki yang lebih desar dan tinggi untuk menguatkan kesan R1. Yang membedakan adalah sudut kemiringan keduanya. Karena basis motor yang berbeda, YZF R25 dengan fairing EIGHT sedikit lebih tegak jika dibandingkan dengan yang asli.
Yamaha sebelumnya telah menggunakan desain fairing R1 pada R6. Mungkinkah wajah R25 gen 2 juga akan menggunakan tampilan serupa?
April 01, 2018

Belum Tentu Barang Mahal Menang diKontes Modifikasi

Ocean News - Kontes modifikasi motor seperti Suryanation Motorland 2018 menjadi ajang untuk memamerkan sepeda motor sebagai karya unik tersendiri.
Pembuatan motor modifikasi selalu mengandalkan kreativitas, walau tidak terlepas dari adanya modal untuk memenuhi ketersediaan part-part.
Dari situlah kadang kala muncul anggapan bahwa part mahal akan sangat berpengaruh pada penilaian. Pendek kata, orang kaya yang bisa beli barang mahal sudah pasti akan jadi pemenangnya.
Pandangan untuk mengungkapkan perasaan tidak fair tersebut ditampik oleh Bimo (Custombikes Jakarta) yang menjadi juri dalam Suryanation Motorland.
"Ada orang yang modalnya banyak, beli barang. Kata-kata kreativitas itu bukan berarti orang beli langsung pasang," kata dia.
Barang semahal apa pun jika penempatannya tidak sesuai atau mungkin estetis maka tidak akan menarik minat. Maka dari itu, Bimo menekankan kreativitas sebagai kunci penting yang terlepas dari kemampuan modal.
"Ini soal bagaimana dia menciptakan barang itu enak dilihat, indah dilihat, walaupun semuanya bikinan (custom). Kalau orang cuma beli, pasang, akhirnya hanya mencari oo ini beli mahal dan ini beli murah," ujarnya.
Suryanation Motorland 2018 sendiri akan digelar di 7 kota di Indonesia, yakni Palembang, Medan, Tangerang, Semarang, Denpasar, Makassar dan ditutup dengan acara Big Bang di kota Surabaya.
Untuk tahun ini juri kawakan di dunia custom bike akan kembali mengawal jalannya kontes. Selain Bimo dari Custombikes Jakarta, ada juga Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta), dan Indra Pranajaya (Razzle Dazzle Chopper Works, Bandung).